Pengelolaan dan Tingkat Kenyamanan Taman Imbi sebagai Ruang Publik di Kota Jayapura: Perspektif Pengunjung dan Pelaku Usaha

Authors

  • Martha Sraun Universitas Cenderawasih
  • Irja Tobawan Simbiak Universitas Cenderawasih
  • Rizky C. Subagio Universitas Cenderawasih
  • Monita Y. Beatrick Universitas Cenderawasih
  • Tommi Tommi Universitas Cenderawasih
  • Sudiro Sudiro Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.58169/saintek.v5i1.1086

Keywords:

Comfort, Public Perception, Public Space, Taman Imbi, Urban Park

Abstract

This study aims to identify the management system for Taman Imbi by the Department of Public Works and Public Housing (Dinas PUPR) and to analyze its comfort level based on the perceptions of park visitors and street vendors (PKL). Taman Imbi, managed by the PUPR Service (Section for Environmental Management and Parks), is one of the main urban parks in the city center of North Jayapura District. The research uses a descriptive, qualitative approach combined with Likert-scale analysis. Primary data were obtained from questionnaires distributed to 100 park visitors and 10 business actors (PKL) operating around the park. Eight comfort indicators were assessed, based on Hakim (2003): aesthetics, cleanliness, safety, noise, circulation, aroma, physical form, and climate/natural forces. Results indicate that, based on visitor perceptions, the overall comfort level was 56.0% (fairly good), while PKL perceptions were 64.4% (good). Among all indicators, circulation scored the lowest for visitors (46.2%), particularly ease of access. Aroma/odor scored the highest for PKL (80.0%). The study recommends rehabilitating park facilities, reactivating security posts, improving pedestrian and parking access, and clarifying spatial zoning for economic and community activities in the park.

References

Badan Pusat Statistik Kota Jayapura. (2019). Kecamatan Jayapura Utara dalam angka 2019. BPS Kota Jayapura.

Carmona, M. (2019). Principles for public space design, planning to do better. Urban Design International, 24(1), 47–59. https://doi.org/10.1057/s41289-018-0070-3

Chen, M., Harvey, J., Wanjiku Kihato, C., & Skinner, C. (2018). Inclusive public spaces for informal livelihoods: A discussion paper for urban planners and policy makers. WIEGO.

Darmawan, E. (2003). Ruang publik dalam perancangan kota. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

De Magalhães, C., & Carmona, M. (2009). Dimensions and models of contemporary public space management in England. Journal of Environmental Planning and Management, 52(1), 111–129. https://doi.org/10.1080/09640560802504704

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., & Donnelly, J. H. (1989). Organisasi: Perilaku, struktur, proses (Edisi ke-5). Erlangga.

Hakim, R. (2003). Komponen perancangan arsitektur lansekap. Bumi Aksara.

Likert, R. (1932). A technique for the measurement of attitudes. Archives of Psychology, 22(140), 1–55.

Mangunwijaya, Y. B. (1997). Pengantar fisika bangunan. Djambatan.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Pemerintah Kota Jayapura. (2014). Peraturan Daerah Kota Jayapura Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Jayapura Tahun 2013–2033. Pemerintah Kota Jayapura.

Peng, Y., Peng, Z., Feng, T., Zhong, C., & Wang, W. (2021). Assessing comfort in urban public spaces: A structural equation model involving environmental attitude and perception. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(3), 1287. https://doi.org/10.3390/ijerph18031287

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. (2008).

Rhesyana, R. B. (2014). Persepsi pengunjung taman terhadap tingkat kenyamanan taman-taman di Kota Banjarnegara sebagai ruang publik [Skripsi, Universitas Negeri Semarang].

Salam, I. (2019). Persepsi pengunjung terhadap tingkat kenyamanan taman di Kota Jambi sebagai ruang publik (Studi Taman Remaja Kota Jambi) [Skripsi, Universitas Jambi].

Saputri, A. (2018). Pengaruh elemen taman kota terhadap kenyamanan menurut persepsi pengunjung (Studi kasus: Taman Air Mancur Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah) [Skripsi, Universitas Islam Riau].

Silak, M., Simbiak, I. T., & Tommi, T. (2024). Persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program Sanimas di Kampung Yoboi Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Jurnal Wilayah, Kota dan Lingkungan Berkelanjutan, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.58169/jwikal.v3i1.296

Stessens, P., Canters, F., Huysmans, M., & Khan, A. Z. (2020). Urban green space qualities: An integrated approach towards GIS-based assessment reflecting user perception. Land Use Policy, 91, 104319. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2019.104319

Sugini. (2004). Pemaknaan istilah-istilah kualitas kenyamanan thermal ruang dalam kaitan dengan variabel iklim ruang. Logika, 1(2), 3–17. https://doi.org/10.20885/logika.vol1.iss2.art1

Suharto. (1994). Dasar-dasar pertamanan. Media Wiyata.

Tampun, G. J., Moniaga, I. L., & Lintong, S. (2021). Pengembangan ruang publik terpadu ramah anak di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura (Studi kasus: Taman Imbi). Jurnal Spasial, 8(2), 275–283. https://doi.org/10.35793/sp.v8i2.35043

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. (2007).

Walgito, B. (1997). Pengantar psikologi umum. Andi Offset.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Martha Sraun, Irja Tobawan Simbiak, Rizky C. Subagio, Monita Y. Beatrick, Tommi Tommi, & Sudiro Sudiro. (2026). Pengelolaan dan Tingkat Kenyamanan Taman Imbi sebagai Ruang Publik di Kota Jayapura: Perspektif Pengunjung dan Pelaku Usaha. Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(1), 27–43. https://doi.org/10.58169/saintek.v5i1.1086