Identifikasi Fungsi Dominan dan Efektivitas Taman Kota di Kota Jayapura

Studi Kasus Taman Imbi dan Taman Mesran

Authors

  • Farhan Alfikri Pelu Universitas Cenderawasih
  • Irja Tobawan Simbiak Universitas Cenderawasih
  • Sudiro Sudiro Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.58169/jwikal.v5i1.1044

Keywords:

City Park, Jayapura, Park Function Effectiveness, Socio-cultural Function, Urban Green Open Space

Abstract

This study examines the effectiveness of urban city parks as a form of Urban Green Open Space (UGOS) in Jayapura City, focusing on Imbi Park (2,347.20 m²) and Mesran Park (2,122.88 m²). A mixed-methods approach combined direct observation of six park characteristics with a questionnaire-based rating-scale assessment of nineteen functional variables covering socio-cultural, aesthetic, and economic functions. Data were collected from 100 visitors and 31 street vendors, and analyzed using descriptive statistics and scoring analysis in accordance with Minister of Public Works Regulation No. 05/PRT/M/2008. Both parks share three dominant functions socio-cultural, aesthetic, and economic while the ecological function is present but not dominant. For Imbi Park, the socio-cultural function was moderately effective (1.8–2.0), aesthetic moderately effective to effective (2.4–2.6), and economic moderately effective (1.8–1.9). For Mesran Park, socio-cultural and aesthetic functions were moderately effective (1.8–2.2), while the economic function was ineffective (1.6). The main weaknesses across both parks are the unavailability of security posts and limited diversity of park-produce-based economic activities. The study recommends developing supporting facilities and a park-profile web portal to improve effectiveness and information accessibility.

References

Baharuddin, A. (2011). Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Pusat Kota Jayapura. Bumi Lestari Journal of Environment, 11(1).

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2007). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Thousand Oaks: Sage Publications.

Fandeli, C., Kaharudin, & Mukhlison. (2004). Perhutanan Kota. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Hariyadi, F., Widyastuti, D., & Purwohandoyo, J. (2015). Identifikasi Kualitas Fisik Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Publik (Kasus: Bagian Wilayah Kota I, II, III Kota Semarang). Jurnal Bumi Indonesia, 4(3).

Iswara, R., Astuti, W., & Putri, R. A. (2017). Kesesuaian Fungsi Taman Kota dalam Mendukung Konsep Kota Layak Huni di Surakarta. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 12(1), 71–82. https://doi.org/10.20961/region.v12i1.12116

Kurniadewi, M., & Khadiyanta, P. (2018). Kajian Efektivitas Taman Pandanaran Berdasarkan Opini Pengunjung. Jurnal Pengembangan Kota, 6(1), 88–96. https://doi.org/10.14710/jpk.6.2.96-107

Laimeheriwa, H. G., Hafizrianda, Y., & Innah, H. (2021). Analisis Ketersediaan Taman Kota Keterkaitannya dengan Tata Ruang Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah Kehutanan dan Lingkungan Kaswari, 2(1). https://doi.org/10.31957/jurnalelips.v4i1.1607

Makmur. (2011). Efektivitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan. Bandung: PT Refika Aditama.

Marfiyanti, D. (2016). Efektivitas Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP) Kota Tanjungpinang (Studi Kasus: Taman Laman Bunda Kota Tanjungpinang). Tugas Akhir. Tanjungpinang: Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Patoding, M. A., Simbiak, I. T., & Beatrick, M. Y. (2022). Analisis Ketahanan Kota Terhadap Bencana Banjir di Kota Jayapura. Jurnal Wilayah, Kota dan Lingkungan Berkelanjutan, 1(1), 11–25. https://doi.org/10.58169/jwikal.v1i1.30

Peraturan Daerah Kota Jayapura Nomor 17 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Jayapura.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

Putri, D. G., Soemardiono, B., & Suprihardjo, R. (2010). Konsep Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Pusat Kota Ponorogo. Prosiding Seminar Nasional Perencanaan Wilayah dan Kota. Surabaya: FTSP ITS.

Rushayati, S. B., Alikodra, H. S., Dahlan, E. N., & Purnomo, H. (2011). Pengembangan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan di Kabupaten Bandung. Forum Geografi, 25(1), 17–26. https://doi.org/10.23917/forgeo.v25i1.5027

Saputri, D. D. (2019). Penilaian Tingkat Efektivitas Fungsi Taman Kota di Kota Surabaya. Tugas Akhir. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

United Nations, Department of Economic and Social Affairs, Population Division [UN-DESA]. (2018). World Urbanization Prospects: The 2018 Revision. New York: United Nations.

Downloads

Published

2026-05-13

How to Cite

Farhan Alfikri Pelu, Irja Tobawan Simbiak, & Sudiro Sudiro. (2026). Identifikasi Fungsi Dominan dan Efektivitas Taman Kota di Kota Jayapura: Studi Kasus Taman Imbi dan Taman Mesran. JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, 5(1), 50–66. https://doi.org/10.58169/jwikal.v5i1.1044

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)